“ Tidak pernah terlintas di dalam hatinya kalau pertolongan yang diberikan secara ikhlas kepada seseorang yang membutuhkan bantuan, kemudian mengharapkan pujian dari orang lain. Bermula dari melihat seorang ibu hamil yang hendak melahirkan, saat itu tidak ada seorangpun yang menolong, maka terketuklah hati saya dari lubuk hati yang sangat dalam ingin segera menolongnya. Saya gendong ibu yang hamil sudah menginjak lebih 9 bulan itu menuju jalan yang jaraknya lebih satu kilo meter. Di pinggir jalan saya berhenti sebentar karena jalan tersebut biasanya dilalui “ CIDOMO “ yaitu kendaraan seperti cikar / dokar / berfungsi sebagai mobil, biasanya ditarik dengan kuda. Oleh karena tidak ada kuda, maka CIDOMO yang ada di situ saya pinjam dan saya sendiri juga yang menarik kendaraan CIDOMO tersebut menuju ke tempat Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS). Selanjutnya ibu bidan dapat membantu proses melahirkan sang ibu tadi. Baru kemudian saya beritahu kepada saudara dan kerabatnya untuk menunggui proses persalinannya. Hal itu hanya sekelumit ingatan saya, pertama kali sebagai langkah awal yang membuat kepuasan di hati saya terhadap apa yang saya lakukan, memang karena terketuk hati saya kemudian menjadi senang untuk membantu sesama manusia yang sangat membutuhkan pertolongan, apalagi di desanya banyak keluarga miskin”.


0 komentar:
Posting Komentar